Home > Tarawang > Tetralogi Masterpiece Kahlil Gibran : Sang Nabi, Sayap-Sayap Patah, Suara Sang Guru, Taman Sang Nabi

Tetralogi Masterpiece Kahlil Gibran : Sang Nabi, Sayap-Sayap Patah, Suara Sang Guru, Taman Sang Nabi

March 4th, 2011
tetralogi masterpieceJudul : Tetralogi Masterpiece Kahlil Gibran
Pengarang : Kahlil Gibran
Harga : Rp 60.000,00
Penerbit : Tarawang

RINGKASAN :

Karya-karya Kahlil Gibran diakui karena keindahan dan kedalaman maknanya, dengan bahasa alegoris, esoteris dan msitis yang khas dunia Timur. Bersama Rabindranath Tagore, ia dianggap sebagai duta-duta budaya oriental. Menghadirkan khazanah Timur yang eksotik dan mistis kepada dunia Barat Modern.

Keempat buku yang dipilih sebagai tetralogi masterpiece karya Kahlil Gibran dengan pertimbangan subyektif maupun obyektif sebagai berikut :

1. Sang Nabi merupakan adikarya Kahlil Gibran yang telah menjadi satu diantara karya-karya klasik yang dicintai zaman kita. Diterbitkan pertama kali pada 1923, tatkala Gibran berusia 40 tahun. Karya ini telah diterjemahkan ke dalam lebih dari dua puluh bahasa.dan edisi aslinya sendiri dalam bahasa Inggris yang bertajuk The Prophet, telah terjual jutaan eksemplar. Sang Nabi adalah sebuah novel puisi yang bercerita tentang seorang yang bernama Al Mustafa , dalam bahasa Arab berarti “Yang Terpilih”. Setelah mengasingkan diri di sebuah pulau terpencil selama dua belas tahun, Al Mustafa yang juga Sang Nabi pergi menuju kota bernama Orphalese dan mengajari manusia tentang berbagai hakikat kehidupan

2. Sedangkan Sayap-Sayap Patah merupakan karya Kahlil Gibran yang terindah, mengisahkan takdir yang mematahkan sayap-sayap cintanya. Kasihnya yang tak sampai pada gadis Perancis, pada gadis Lebanon, yang kemudian terpaksa menikah dengan pendeta demi keamanannya dan para pengarang Mesir yang tak pernah dilihatnya, merupakan rentetan kisah-kisah yang mengharukan, mendalam dan penuh makna.

 3. Melalui gaya sastra yang menyebabkan ia memperoleh gelar Dante Abad XX, Suara Sang Guru secara mengharukan berbicara tentang kemenangan takdir atas duka, dan cinta atas kesepian. Tentang Perkawinan, Keilahian Manusia, serta Akal dan Pengetahuan – merupakan beberapa tema yang dijelajahi oleh Kahlil Gibran dalam buku ini, seraya menyajikan pandangannya terhadap seluk beluk kehidupan insan yang paling rumit.

4. Dan terakhir Taman Sang Nabi yang ditulis oleh Kahlil Gibran beberapa tahun sebelum meninggal , dimaksudkan sebagai kelanjutan dan pelengkap Sang Nabi, buah penanya yang telah terbit dalam dua puluh bahasa. Wejangan mengenai kebijaksanaan yang universal dan renungan mistis yang menyusup ke segala dimensi alam besar, dijalin oleh Kahlil Gibran dalam untaian kalimat yang puitis, laksana lukisan taman yang indah, damai dan hening : Taman Sang Nabi.

Related Articles:

Comments are closed.